"Menurut saya, sekarang seluruh operator memiliki ruang yang cukup untuk membangun jaringan 5G," katanya.

Meski demikian, pengembangan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan belanja modal besar dan waktu pembangunan yang panjang. Karena itu, kebijakan spektrum perlu memperhitungkan keberlanjutan investasi operator, bukan hanya penerimaan negara dalam jangka pendek.

"Kata kunci yang perlu kita perhatikan adalah keberlanjutan. Pembangunan infrastruktur membutuhkan waktu yang panjang dan investasi modal yang besar. Karena itu, keberlanjutan menjadi salah satu aspek yang sangat penting," kata Ismail.

Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Renstra Komdigi) 2025-2029 jaringan 5G akan diperluas menjadi 7% di 2029. Lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang telah dilakukan beberapa lalu disebut dapat mendongkrak koneksi internet cepat ini ke depannya.