NADIKABAR.COM — Di tengah tingginya penggunaan QRIS untuk transaksi sehari-hari, integrasi pembayaran dengan layanan paylater dinilai membuka peluang untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih praktis dan cepat.

Riset 'E-Wallet Research 2026: Usage Behavior & QRIS Landscape' yang dirilis MarkPlus mengungkap, 86,5% dari 400 responden mengaku pernah menggunakan fitur kredit digital. Dari kelompok pengguna kredit digital tersebut, 90,8% pernah menggunakan PayLater. SPayLater menjadi layanan yang paling banyak digunakan dengan persentase sebesar 77,4%.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan dompet digital tidak lagi terbatas pada pembayaran, tetapi juga merambah layanan keuangan lain.

"Ternyata memang e-wallet ini sepertinya bukan hanya untuk transaksi ya, tapi sudah beyond transaction," kata Chief Marketing Officer MCorp Yosanova Savitry, dalam sesi pemaparan online dengan sejumlah media, Jumat (23/10/2026).