Langkah bongkar ratoon dinilai krusial untuk menjaga produktivitas lahan pertanian tebu agar tidak merosot tajam setelah beberapa tahun, sekaligus mendongkrak rendemen tebu Indonesia yang saat ini masih berada di kisaran 6,4 - 7%, tertinggal dari negara lain yang telah mencapai 12%.

Untuk diketahui, rendemen tebu merupakan kadar kandungan atau persentase hablur (kristal) gula yang diperoleh dari batang tebu melalui proses penggilingan di pabrik gula. Artinya semakin tinggi rendemen yang terkandung, semakin banyak juga gula yang bisa dihasilkan dari setiap batang tebu.

"Bongkar ratoon menjadi target yang diarahkan Bapak Presiden, tetapi pelaksanaannya tentu ada tata kelola di sana. Kita harus menyiapkan bibit yang cukup, kemudian literasi yang memadai untuk seluruh petani," paparnya.