NADIKABAR.COM — Pemerintah mengembangkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk mencapai swasembada garam. Proyek itu diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap garam impor sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Pembangunan KSIGN kini memasuki Tahap II dengan pengembangan lahan seluas 751,32 hektare. Bersama Tahap I, total kawasan yang dibangun pemerintah mencapai 1.368,25 hektare.
Kawasan itu berpotensi dikembangkan hingga 10.764 hektare melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. KSIGN dirancang sebagai kawasan industri garam modern dan terintegrasi.
Produktivitasnya ditargetkan mencapai 200 ton per hektare per tahun dengan kadar NaCl hingga 97 persen. Garam tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi dalam negeri.
Fasilitas yang telah ditinjau pemerintah mencakup tambak garam modern dan Gudang Garam Nasional berkapasitas 10.000 ton. Pemerintah menargetkan produksi garam dimulai pada September 2026.