"Pembangkit, grid, storage, dan demand mempunyai kecepatan pembangunan yang berbeda, padahal pada akhirnya semuanya harus bertemu. Kalau salah satunya bergerak jauh lebih lambat, akan muncul bottleneck. Tantangannya adalah bagaimana empat elemen tersebut direncanakan secara paralel sejak awal," ujarnya.

HKI menilai kawasan industri dapat memainkan peran strategis sebagai sisi permintaan atau demand side. Kawasan industri menghimpun kebutuhan listrik dalam jumlah besar pada wilayah yang terkonsentrasi sehingga profil beban,rencana ekspansi, dan kebutuhan energi bersih relatif lebih mudah dipetakan dandiagregasikan.

Hal ini semakin relevan karena perusahaan yang menjadi bagian dari rantai pasokglobal menghadapi tuntutan pengurangan emisi dan penggunaan energi terbarukan. Ketersediaan energi bersih mulai menjadi bagian dari daya saing dan pertimbangan perusahaan dalam menentukan lokasi investasi.

"Pertanyaan investor semakin jelas. Energinya harus reliable, competitive, and verifiably clean. Harus andal, biayanyakompetitif, dan sumber energi bersihnya dapat diverifikasi. Kalau Indonesia mampumenyediakan ketiganya, energi terbarukan dapat menjadi keunggulan untuk menarikinvestasi industri," kata Ma'ruf.