Menurut HKI, peta pengembangan energi terbarukan karena itu perlu semakinterintegrasi dengan peta pertumbuhan industri. Lokasi pusat pertumbuhanindustri, proyeksi kebutuhan listrik, kesiapan jaringan, serta kebutuhan energibersih dapat menjadi bagian dari perencanaan bersama pemerintah, PLN, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dan pelaku usaha.

Arah tersebut telah mulai dibangun melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik(RUPTL) 2025-2034. PLN merencanakan pembangunan jaringan transmisisepanjang 47.758 kilometer sirkuit dan tambahan sistem penyimpanan energisebesar 10,3 GW, terdiri atas 6 GW pumped storage dan 4,3 GW BESS.

Menurut Ma'ruf, tantangannya adalah memastikan kecepatan pembangunan infrastruktur tersebut terus diselaraskan dengan percepatan PLTS menuju 100GWp dan pertumbuhan pusat-pusat permintaan.

"Ini bukan hanya persoalanmenambah pasokan. Setiap peningkatan pasokan perlu bertemu dengan jaringandan permintaan yang tumbuh pada kecepatan yang sebanding. Di sinilah kebijakan energi dan kebijakan industri perlu semakin terhubung," katanya.