NADIKABAR.COM — Sebuah situasi pelik dialami oleh seekor anak walrus Pasifik (subspesies Odobenus rosmarus) yatim piatu ketika dua orang peneliti menemukannya di sebuah pulau di wilayah Point Lay, Alaska.

Ahli biologi walrus dari Survei Geologi AS (USGS), Tony Fischbach, bersama mahasiswa Ilisagvik College yang juga warga lokal, Violet Anniskett, tak sengaja menemukan walrus jantan muda tersebut saat menyelidiki bangkai walrus di pantai terpencil itu. Mereka menemukannya sebatang kara di antara jasad dua walrus dewasa, kejadian yang baru pertama kali dialami Fischbach selama pengalaman panjang meneliti kawanan walrus di sana.

Mereka kemudian meminta izin dari komunitas Inupiaq setempat dan U.S. Fish and Wildlife Service untuk merehabilitasi walrus tersebut. Setelah persetujuan dikantongi, rintangan berikutnya adalah membawa mamalia laut itu ke Alaska SeaLife Center.

Pusat penangkaran tersebut merupakan satu-satunya fasilitas rehabilitasi mamalia laut di Alaska dan jaraknya sekitar 1.287 km dari lokasi mereka. Seakan belum cukup sulit, badai membuat Anniskett, Fischbach, dan sang walrus terjebak di pulau tersebut berhari-hari. Sembari menunggu, mereka menggiring anak walrus itu ke sebuah bangunan terbengkalai agar terlindung dari predator.