"Merawat anak walrus sebatang kara benar-benar merupakan kerja sama tim dan membutuhkan komitmen 24 jam penuh," ungkap Jane Belovarac dari Alaska SeaLife Center yang dikutip NadiKabar dari Popular Mechanic.
"Setidaknya ada dua staf yang bekerja bergantian sepanjang waktu untuk menemani dan memberikan perawatan yang ia butuhkan. Ini berarti hari-hari yang panjang dengan jadwal tidur yang tak menentu bagi tim kami," imbuhnya.
Kondisi tersebut juga membuat anak walrus ini menjadi terbiasa berinteraksi dengan manusia sehingga tidak dapat dilepasliarkan kembali ke alam bebas. Kini, di rumah permanen barunya, ia akan bertindak sebagai duta bagi spesiesnya untuk mengedukasi masyarakat mengenai walrus Pasifik.