Starlink ingin membangun jaringan terintegrasi yang menggabungkan konektivitas satelit dan jaringan seluler terestrial. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan menargetkan pengguna tetap terhubung ketika berada di berbagai lokasi, baik di dalam maupun luar ruangan.
Kerja sama Qualcomm dan SpaceX ini tidak hanya berfokus pada pengembangan jaringan 5G. Keduanya juga melihat kolaborasi tersebut sebagai langkah awal menuju infrastruktur 6G berbasis kecerdasan buatan atau AI-native 6G.
Qualcomm menyebut arsitektur Dragonwing dirancang fleksibel untuk mendukung pengembangan jaringan multi-band dalam beberapa tahap penerapan.
Meski penggelaran awal difokuskan pada jaringan 5G terestrial, arsitektur tersebut disiapkan agar dapat dikembangkan untuk kebutuhan konektivitas dan pemrosesan jaringan pada masa mendatang.