Hal lain yang disorot adalah klaim bahwa material tersebut tidak merusak lingkungan. Kresno menyebut kemungkinan lahan menjadi subur kembali setelah penggunaan bahan itu. "Jadi dia jadi subur kembali. Itu salah satu contoh," ujarnya.

Kresno mengatakan pemerintah ingin mendorong pengembangan teknologi tersebut lebih jauh, termasuk kemungkinan membangun fasilitas produksi di Indonesia. "Tapi kita akan mendorong dari Pak Menko, kita akan buka pabrik di sini," ujarnya.

Menurut Kresno, rencana itu berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan membawa kerja sama teknologi dari Brasil ke Indonesia. Ia menekankan bahwa pemanfaatannya diharapkan tidak semata-mata dilihat sebagai peluang bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari strategi penanganan karhutla.

"Ini membuka lapangan pekerjaan, kan begitu dari sisi ekonominya. Kemudian ada suatu langkah strategis kita, dari Brasil ke kita. Jadi tidak hanya mikirin bisnisnya doang, tapi kita mengarah kepada itu," kata Kresno.

Teknologi ini dapat menjadi salah satu alat pendukung pemadaman, tetapi belum cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa penggunaannya akan menyelesaikan persoalan karhutla atau menjamin tanah kembali subur. Hasil pengujian lanjutan akan menentukan sejauh mana material asal Brasil ini layak diterapkan lebih luas di Indonesia.