Qin menjelaskan, robot yang dirancang dengan tampilan menyerupai perempuan dan memiliki tinggi 1,68 meter ini dibanderol dengan harga sekitar 170.000 yuan (dikonversikan menjadi Rp 463 jutaan) dan telah dikirim ke lokasi tersebut bulan lalu. Ia menambahkan, UBTech telah memasuki pasar Korea Selatan sejak tahun 2019 dan sejauh ini telah menjual lebih dari 10.000 unit robot kepada puluhan klien dari sektor korporat maupun pemerintah.
Melansir South China Morning Post (SCMP), Rabu (28/10/2026), pada bulan Juli, UBTech juga mengumumkan rencana untuk menguji coba robot humanoid di lini produksi suku cadang otomotif di Korea Selatan, bekerja sama dengan mitra lokal Duksan JM Robotics dan produsen suku cadang Ajin Industrial. Qin menyebutkan bahwa beberapa model robot UBTech sedang menjalani uji operasional langsung di lokasi tersebut, namun ia tidak memberikan perincian lebih lanjut.
"Sebagai pusat kekuatan manufaktur, Korea Selatan telah banyak menggunakan lengan robot, robot bergerak otonom, dan sistem konvensional lainnya," ujarnya.
"Langkah selanjutnya adalah membantu para pekerja agar lebih produktif dalam tugas-tugas yang menuntut fleksibilitas lebih tinggi. Hal ini menjadikan Korea sebagai pasar utama bagi UBTech, dan bagi robot humanoid secara lebih luas," sambungnya.