Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dalam video conferencenya meminta seluruh buruh yang akan mengikuti aksi besar pada 10 September 2026 di berbagai daerah untuk tetap menaati aturan hukum dan menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

Andi Gani menegaskan, aksi harus dilakukan secara damai dan tertib. Ia juga mengingatkan massa buruh agar tidak melakukan tindakan anarkis maupun perusakan dalam bentuk apa pun.

"Saya meminta seluruh buruh yang melakukan aksi besok untuk taat aturan hukum, menyampaikan aspirasi dengan tertib, dan tidak melakukan tindakan perusakan apa pun," tegas Andi Gani.

Sebelumnya, ungkap Andi Gani, buruh berencana menggelar aksi besar dengan memusatkan massa di Jakarta. Namun, rencana tersebut kemudian diubah setelah Presidium KBPBI memperoleh informasi adanya potensi penyusupan dalam aksi 10 September.

Atas pertimbangan tersebut, Presidium KBPBI memutuskan aksi digelar di wilayah masing-masing. Kebijakan ini diambil untuk memastikan aksi tetap berjalan tertib sekaligus menjaga keselamatan para peserta aksi.

Andi Gani menekankan bahwa perubahan lokasi aksi tidak mengurangi semangat buruh dalam menyampaikan aspirasi terkait perjuangan dan kepentingan pekerja.

"Kami berharap seluruh elemen buruh dapat menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan aksi untuk kepentingan di luar agenda perjuangan buruh," ucapnya.