Kemudian yang teranyar, India juga melobi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Sabang sebagai transshipment hub. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi saat melakukan kunjungan ke Indonesia beberapa waktu lalu. Namun hingga saat ini, rencana pengembangan Sabang sebagai pusat logistik belum terealisasi.

BPKS terus mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan pengembangan pelabuhan sebagai agenda nasional. Sabang berpotensi menjadi pangkalan logistik untuk minyak dan gas (migas) di wilayah South Andaman. Saat ini, fasilitas gudang yang tersedia di Sabang mencapai sekitar 4.000-5.000 meter persegi sehingga hanya membutuhkan tambahan sejumlah fasilitas pendukung.

"Jadi tinggal beberapa fasilitas pendukung saja untuk kemudian 6 tahun di fase pengembangan oil and gas ini itu bisa dimanfaatkan sebagai pangkalan logistik. Setidaknya ekosistem itu sudah terbentuk, sudah terjadi," pungkasnya.