Lebih lanjut, ia menjelaskan dengan mengalikan pertumbuhan ekonomi dengan indeks tertentu 0,9 lalu ditambahkan angka inflasi tadi, diperoleh angka perhitungan rata-rata nasional sebesar 7,7%.

"Kita sekarang dapat menghitung berapa kenaikan upah minimum rata-rata nasional, karena mereka pakai data nasional. Jadi, 3,20% ditambah 5,43% dikali 0,9. Saya ulangi 3,20% ditambah 5,43% dikali 0,9 indeks tertentunya. Maka ketemu angka 7,7%," jelas Said.

Meski begitu, menurutnya angka kenaikan UMP 7,7% tadi merupakan perhitungan umum dengan data rata-rata nasional yang digunakan sebagai perhitungan. Namun, mempertimbangkan variasi pertumbuhan ekonomi di setiap daerah, Said menilai setiap daerah harus memiliki perhitungan kenaikan upah masing-masing.

Ia mencontohkan Maluku Utara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 20,05%. Dengan angka tersebut, meski kenaikan upah minimum 2027 dihitung menggunakan indeks tertentu 0,5, nilai kenaikan UMP Maluku Utara bisa naik hingga 12,5%.

"Tetapi yurisprudensi di Indonesia, kenaikan upah minimum dalam 10 tahun terakhir jarang sampai dua digit. Paling tinggi ada satu aturan sebelumnya ya, tapi sekarang sudah dihapus, paling tinggi kenaikan upah minimum itu 10%. Ini kan sudah 12,5% Maluku Utara," paparnya.