MKP Sakti Wahyu Trenggono selaku Ketua Pelaksana Satgas P2BBL, menyampaikan penyelundupan BBL merupakan isu lama. Selama menjabat sebagai MKP, ia telah melakukan studi terkait BBL. Ia mengakui memang 100% bibit pembesaran lobster di luar negeri berasal dari Indonesia.
Pihaknya telah melakukan uji coba secara bilateral selama dua tahun. Namun, tetap saja yang ilegalnya tetap jalan terus.
"Ini yang kemudian kami laporkan kepada Bapak Presiden dan keluarlah Perpres Nomor 69 tersebut. Nah tentu kalau sudah Peraturan Presiden, harapan kami tentu ini semua pihak, seluruh lembaga, ada Bakamla, ada Kejaksaan, ada Kepolisian, ada seluruh TNI itu bekerja bersama-sama," katanya.
Ia menegaskan langkah penegakan hukum yang diutamakan. Namun, pihaknya tetap membuka peluang kerja sama dengan negara lain apabila memang negara tersebut berkomunikasi terlebih dahulu.
"Yang utama penegakan hukum dulu, supaya yang ilegal-ilegal bisa disetop. Lalu kemudian tahapan berikutnya sebagai bagian dari rantai global, tentu kalau G2G ya tentu dari pihak mereka dong. Kalau pihak mereka yang butuh itu saya mau bicara dengan kita, seperti apa legalnya," bebernya.
"Tapi kalau mereka masih mau menerima barang-barang yang ilegal dari kita juga itu namanya nggak baik, gitu. Itu yang kita berantas. Kita sementara belum mau komunikasi, nanti aja Kita fokus di dalam dulu deh," imbuhnya.