Aris mengatakan pengembangan produk turunan tersebut mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, inovasi produk, serta kebutuhan pasar.

"Ke depan, kami terus mendorong inovasi produk, optimalisasi aset, penguatan kapasitas pengolahan, dan perluasan pasar. Orientasinya bukan hanya meningkatkan jumlah produk, tetapi membangun bisnis hilir yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan perusahaan," kata Aris.

Melalui pengolahan tersebut, hasil perkebunan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga dikembangkan menjadi produk olahan seperti teh, kopi, cokelat, cerutu, hingga bioetanol.