Alhasil penguatan dolar AS turut menjadi salah satu faktor yang membebani nilai logam mulia global atau XAUUSD. Dengan dolar AS bergerak ke level tertinggi dalam tujuh minggu setelah keputusan The Fed.

"Kondisi tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga dapat mengurangi permintaan terhadap logam mulia tersebut," papar Geraldo.

Selain itu, Treasury yield AS juga masih berada pada level tinggi. Di mana imbal hasil Treasury 10 tahun yang berada di sekitar 5% meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas, mengingat emas tidak memberikan pembayaran bunga.

"Oleh karena itu, arah pergerakan yield obligasi AS menjadi salah satu indikator penting yang dapat menentukan tekanan terhadap harga emas dalam jangka pendek," terangnya.

Meski begitu, tidak seluruh faktor fundamental memberikan tekanan terhadap harga emas. Penurunan harga minyak dunia juga dapat membantu meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap inflasi.

Pasalnya harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan inflasi sehingga dapat memengaruhi kembali ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.