Kemudian Geraldo menilai faktor geopolitik juga masih menjadi perhatian. Ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

"Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, sebagian investor cenderung meningkatkan eksposur pada aset yang dinilai dapat menjadi instrumen perlindungan terhadap risiko pasar. Sentimen tersebut berpotensi memberikan penahan terhadap tekanan bearish XAUUSD," kata Geraldo.

Dengan demikian, terdapat dua sentimen utama yang berlawanan dalam pergerakan harga emas saat ini. Dari sisi moneter, kenaikan suku bunga The Fed, penguatan dolar AS, dan Treasury yield yang tinggi masih menjadi faktor negatif bagi emas. Sementara itu, penurunan harga minyak dan risiko geopolitik dapat memberikan dukungan terhadap permintaan safe haven.

Secara keseluruhan, prediksi harga emas hari ini menunjukkan XAUUSD masih berpotensi bergerak turun selama belum berhasil menembus resistance US$ 4.318 per troy ons atau Rp 2,46 juta per gram tadi.

Dalam skenario bearish, area US$ 4.235 per troy ons (Rp 2,41 juta per gram) menjadi support pertama yang berpotensi diuji, disusul US$ 4.186 per troy ons (Rp 2,38 juta per gram) apabila tekanan jual semakin kuat.

"Pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan USD, Treasury yield, harga minyak, serta perkembangan geopolitik karena faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga emas dalam perdagangan berikutnya," pungkasnya.