NADIKABAR.COM — Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam mempermudah pekerjaan sehari-hari kini merambah ke dunia perburuan kerja. Riset terbaru dari Kaspersky mengungkapkan bahwa 90% responden menggunakan perangkat berbasis AI, dan satu dari setiap lima pengguna (20%) secara aktif memanfaatkan AI untuk membantu proses pencarian kerja, mulai dari menyusun CV hingga menyesuaikan kata kunci lamaran.
Meski AI terbukti ampuh membantu pelamar menembus sistem penyaringan otomatis (Applicant Tracking System/ATS), ketergantungan berlebihan pada chatbot AI justru menyimpan risiko bahaya: mulai dari bahasa CV yang menjadi terlalu kaku, hingga potensi kebocoran data pribadi dan rahasia perusahaan.
Survei global Kaspersky yang digelar pada Maret 2026 ini melibatkan 7.200 responden dari 18 negara, termasuk Indonesia.