Kaspersky mengingatkan bahwa mayoritas perusahaan menengah hingga besar memang mengandalkan sistem ATS berbasis AI untuk menyaring ribuan CV yang masuk secara otomatis. Namun pada tahap akhir, berkas tersebut tetap akan diperiksa secara manual oleh tim HR.

Gaya penulisan yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI umumnya mudah dikenali karena menggunakan frasa klise dan terkesan "dingin". Hal ini dapat memberikan kesan kurang baik bagi perekrut manusia yang mencari otentisitas dari seorang calon karyawan.

Selain kehati-hatian dalam menyusun CV, Kaspersky juga mengimbau para pencari kerja untuk mewaspadai maraknya kejahatan siber yang memanfaatkan momen perburuan kerja: