"Berbagai lembaga menilai pertumbuhan global rata-rata 3% sekian baik IMF, World Bank. Indonesia masih mampu tumbuh di 5,05% dan tentu kita berharap bahwa menjelang semester kedua angkanya juga tidak jauh dari angka di semester pertama," ujar Airlangga.

Dalam hal ini, Airlangga menegaskan sektor industri pengolahan dan industri non-migas masih jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana kontribusi sektor pengolahan capai 18,50% terhadap PDB, kemudian sektor non-migas sebesar 16,83%.

"Kita juga sampaikan bahwa sektor yang mendominasi dan menjadi kontributor terbesar adalah di sektor industri pengolahan, dan industri non-migas pun tumbuh 5,32% dan kontribusinya adalah 16,83% kepada PDB nasional," pungkasnya.