NADIKABAR.COM — Dalam benak masyarakat Amerika Serikat, data center kini menjadi sesuatu yang dibenci, sehingga perusahaan teknologi raksasa sekalipun tidak bisa membayar warga agar mau menerima fasilitas tersebut di lingkungan sekitar mereka.
Warga di bekas komunitas penambang batu bara di Hazle Township, Pennsylvania, bergerak secara massal menentang pembangunan fasilitas raksasa Amazon Web Services yang datang dengan tawaran dividen uang tunai langsung sebesar USD 10.000 (Rp 180 juta) untuk setiap penduduk.
Menurut media PennLive, hampir 17 persen penduduk kota tersebut hidup di bawah garis kemiskinan federal. Meski diiming-imingi USD 10.000, warga berorganisasi untuk menolak baik kompleks data center yang dinamai Project Hazelnut oleh pengembang NorthPoint Development, maupun bentangan kabel listrik untuk memasok dayanya.