Untuk Jaringan China, emas diselundupkan menuju Hong Kong. Sementara itu, Jaringan India membagi rute pengiriman ke Bangkok, Manila, hingga Dubai. Di mana untuk saat ini pihak kepolisian juga mengidentifikasi beneficial owner atau pemodal utama dari Jaringan India berdomisili di Dubai.

"Dari pengungkapan kami atas pendalaman apa yang sudah dilakukan oleh rekan-rekan Bea Cukai, setiap ada penindakan upaya penyelundupan emas ilegal melalui pintu bandara internasional, kami selalu mengambil langkah untuk kemudian melakukan pendalaman dan kita tarik ke hulunya," ujarnya.

"Alhamdulillah kita sudah punya nama-nama ya, nama-nama jaringan China ini siapa saja dan kita sedang berkoordinasi dengan Imigrasi untuk kemudian membuat profiling dan melakukan upaya pengejaran baik itu melalui red notice dan dan sejenisnya," sambung Bambang.

Di luar itu ia menegaskan dalam penanganan perkara upaya penyelundupan emas ilegal ke luar negeri ini, Bareskrim Polri tidak berhenti pada penindakan di pintu bandara internasional saja. Kepolisian saat ini tengah mengusut rantai pasok hingga ke hulu untuk melacak sumber emas yang diduga berasal dari penambangan emas tanpa izin di berbagai daerah.

"Tapi dapat kami pastikan bahwa jaringan Cina dan jaringan India ini adalah jaringan yang berbeda dan dikendalikan langsung dari luar negeri. Kita sedang melakukan identifikasi dan upaya pengejaran terhadap siapa yang kemudian mensuplai emas itu dari pertambangan ilegal yang ada di berbagai provinsi di Indonesia," pungkasnya.

Lihat juga Video: WN China Ditangkap usai Kepergok Selundupkan 10,4 Kg Emas Senilai Rp 26 M