"Keseimbangan air yang terjaga sangat penting bagi pertumbuhan gambut dalam jangka panjang dan penyimpanan karbon," kata para peneliti.
Kondisi basah yang mendukung pembentukan gambut juga berperan dalam menjaga kestabilan ekosistemnya. Ketika tata air terganggu, misalnya akibat drainase atau perubahan penggunaan lahan, muka air tanah dapat turun dan lapisan gambut menjadi lebih kering.
Gambut yang mengering lebih rentan terbakar ketika bertemu sumber penyalaan dan kondisi cuaca yang mendukung. Jika api merambat ke lapisan bawah permukaan, pembakaran dapat berlangsung tanpa nyala besar yang mudah terlihat.
Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan kebakaran gambut sulit ditangani. Petugas tidak cukup hanya memastikan api di permukaan padam, tetapi juga perlu memastikan tidak ada bara yang masih bertahan di lapisan gambut.
Karena itu, pencegahan karhutla di kawasan gambut tidak hanya bergantung pada pemadaman ketika kebakaran terjadi. Menjaga tata air, mencegah pengeringan berlebihan, serta mengurangi sumber penyalaan juga menjadi bagian penting dalam perlindungan gambut.