Dalam persidangan, Samsung berargumen bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjaga performa perangkat tetap stabil dan memastikan gim dapat berjalan dengan andal dalam waktu yang lebih lama.

FTC menilai bahwa langkah Samsung untuk tidak mengungkap secara detail mengenai GOS merupakan tindakan menyesatkan berdasarkan undang-undang periklanan Korea Selatan, pasalnya perusahaan memasarkan perangkat-perangkat tersebut dengan menonjolkan pengalaman bermain gim kelas premium.

Laporan lainnya dari Seoul Economic Daily, Samsung menentang denda tersebut. Perusahaan menyebut tidak ada pengadilan yang menyatakan konsumen mengalami kerugian akibat iklan tersebut.

"Tidak ada pengadilan yang menyatakan bahwa konsumen mengalami kerugian akibat iklan tersebut. Samsung secara aktif menyampaikan posisi perusahaan melalui proses hukum selanjutnya," ungkap Samsung kepada Seoul Economic Daily.